early : Pengalaman Penulis sebagai guru yang mengajar di kelas 7 SMPK Kristen Bukit pengaharapan, saya mendapati dalam dua kali peretemuan peserta didik tidak berantusias dan sulit mengekspresikan diri dalam pelajaran IPA. Penulis memakai model kelompok NHT ( Number Head Together) sedimana setiap kelompok berisi 4-6 peserta didik yang akan menyelesaikan sebuah kasus/ tugas dengan saling membagi ide sebagai bentuk langkah diferensiasi. Sehingga semua peserta didik dapat memahami konsep bersamaan.
Challenge : Adanya beberapa peserta didik yang masih kurang fokus dengan kelompoknya.
Sarana yang diperlukan lengkap, namun ada peserta didik yang ada didalam kelompok yang tidak bisa bermain musik.
Sulitnya memilih model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Butuh penguatan dan selektif dalam mengelompokan peserta didik sehingga setiap kelompok dapat mempraktekkan metode tutor sebaya kepada sesama anggota.
Action : Aksi yang dilakukan untuk meningkatkan minat belajar dan pemahaman peserta didik yaitu dengan menggunakan model kelompok NHT ( Number Head Together) dimana proses pelaksanaannya yang pertama yaitu melakukan stimulus materi kepada peserta didik, lalu membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok, dan yang terkahir memberikan umpan balik kepada setiap kelompok. Aksi selanjutnya yaitu melakukan Ice Breaking ( Tepuk konsentrasi ) di sela-sela jam pembelajaran berlangsung. Sehingga suasana kelas jauh lebih menyenangkan.
Lesson :
Dampak dari penerapan NHT dalam pembelajaran IPA :
Peserta didik lebih antusias dan menikmati proses pembelajaran hal tersebut dapat dilihat dari sikap dan hasil belajar yang meningkat.
Peserta didik mampu bekerjasama dengan baik dapat dilihat pada saat mereka menerapkan tutuor sebaya pada masing- masing kelompoknya.
Peserta didik lebih paham materi yang diajar hal ini dapat ditunjukkan dari peserta didik yang mampu mempresentasikan hasil dari masing- masing kelompoknya.