Secara keseluruhan di KKG saya mensosialisasikan IKM.
Mendampingi sekolah binaan secara kontiniu dalam penerapan IKM, untuk membentuk komunitas praktisi dan memaksimalkan PMM
Secara keseluruhan di KKG saya mensosialisasikan IKM.
Mendampingi sekolah binaan secara kontiniu dalam penerapan IKM, untuk membentuk komunitas praktisi dan memaksimalkan PMM
MEMBERDAYAKAN KOMUNITAS SEKOLAH UNTUK MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA
Guru di sekolah binaan saya kurang memahami cara mengimplementasikan kurikulum merdeka. Kurikulum sudah berubah, namun cara mengajar guru saya masih sama. Mereka mengajar masih menuntaskan konten, mengabaikan kompetensi, kemudian guru saya mengajar hanya menggunakan metode ceramah tidak menggunakan media juga pembelajaran tidak berpusat pada peserta didik. Sementara dalam kurikulum merdeka yang perlu diperhatikan guru saat mengajar berlangsung yaitu kompetensi peserta didik dan dalam prosesnya perlu ada enam dimensi profil pelajar pancasila.
Saya ingin guru di sekolah binaan saya dapat memahami cara mengimplementasikan kurikulum merdeka dengan memberdayakan komunitas sekolah. Di komunitas sekolah ini lah guru – guru bisa memecahkan masalah, tempat berkolaborasi dan berbagi menyampaikan gagasan atau ide terbaru tentang pendidikan, yang mana guru yang sudah duluan dapat gagasan atau ide terbaru tentang kurikulum merdeka bisa berbagi dan berkolaborasi bersama.
Sebagian besar guru di sekolah binaan saya belum terbiasa belajar secara mandiri, pada hal pemerintah sudah menyediakan Platform Merdeka Mengajar ( PMM ) Platform ini sebagai sistim yang dirancang agar guru – guru bisa memahami dan mengimplementasikan kurikulum merdeka. Di dalam Platform Merdeka Mengajar ini semua topik sudah tersedia, baik tentang kurikulum, Literasi Numerasi, transisi Paud ke SD, Asesmen Nasional dan lain lainnya. Kemudian PMM ini sudah dibiayai oleh pemerintah dengan dana Miliyaran rupiah agar guru bisa belajar mandiri, sesuai dengan tuntutan kurikulum opsi dua yaitu Mandiri Berubah, di sekolah binaan saya semua sekolah memilih opsi dua. Selain itu sebagian besar guru kurang mahir menggunakan IT umumnya yang sudah berumur di atas 50 tahun mereka kurang semangat untuk belajar disebabkan keinginannya kurang untuk belajar.
Untuk mewujudkan guru – guru yang memahami cara mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di sekolah binaan, saya melakukan beberapa aktivitas yaitu :
Pertama, secara keseluruhan melalui kelompok kerja guru (KKG) saya mensosialisasikan regulasi cara mengimplementasikan dan platform yang bisa digunakan guru untuk mempelajari tentang kurikulum merdeka secara mandiri, karena pemerintah sudah menyediakan platform merdeka mengajar (PMM) ini secara gratis yang sudah dibiayai oleh pemerintah, dan semua gagasan terbaru tentang kurikulum merdeka sudah tersedia dalam platform ini.
Kedua, saya menganjurkan semua sekolah binaan saya membuat komunitas praktisi, saya selaku pengawas ikut mendampinginya, di sinilah wadah tempat berkolaborasi dan berbagi dalam menemukan gagasan dan prinsip – prinsip merdeka, memecahkan masalah dan mencari solusinya, karena dalam prinsipnya guru merdeka itu yaitu guru yang siap berbagi dan berkolaborasi. Dalam komunitas ini juga bisa mendampingi guru yang masih gaptek, bisa dibimbing bersama bagi guru – guru yang sudah mahir dengan IT, kegiatan komunitas ini dilaksanakan saat siswa sudah pulang sedangkan guru – guru belum pulang, setelah ISOMA. Sekolah binaan saya yang sudah membuat komunitas praktisi dan sudah terdaftar di PMM yaitu SDN 09 NILAU, karena di SDN 09 Nilau ini ada satu guru penggerak yang bernama ELVADENI, S.Pd yang aktif dan kreatif dan selalu berbagi dengan teman sejawat. Begitu juga sekolah binaan saya yang lain SDN 05 Alang Rambah ada guru penggeraknya yaitu ibuk WIWIK MALADERIATA, M.Pd, sdn 07 Tanjung Pondok ibuk Yulia Fitri, S.Pd yang semuanya aktif dan kreatif dan siap berbagi dan berkolaborasi.
Ketiga, saya melakukan pendampingan ke sekolah binaan secara kontinu karena sekolah binaan saya umumnya masih meraba – raba tentang IKM, kegiatan pendampingan sudah saya lakukan menjelang memasuki tahun ajaran baru, karena banyak yang harus dipersipkan guru dalam menyambut tahun ajaran baru. Dalam pendampingan ke sekolah binaan saya mengajak guru penggerak, saya sebagai nara sumber 1 guru penggerak sebagai nara sumber 2, karena saya sebagai pengawas harus memberdayakan guru penggerak.
Dengan usaha yang saya lakukan, sekarang semua sekolah binaan saya sudah paham dalam penerapan IKM dan sudah sesuai dengan ketentuan tuntutan kurikulum merdeka, namun saya sebagai pengawas selalu melakukan refleksi, dari hasil refleksi saya didapat bahwa saya selaku pengawas harus selalu mendampingi sekolah binaan dengan kontiniu, karena untuk berubah itu tidak semudah membalik telapak tangan, kita juga tahu bahwa kompetensi pendidikitu berbeda – beda.
Secara keseluruhan di KKG saya mensosialisasikan IKM.
Mendampingi sekolah binaan secara kontiniu dalam penerapan IKM, untuk membentuk komunitas praktisi dan memaksimalkan PMM
MEMBERDAYAKAN KOMUNITAS SEKOLAH UNTUK MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA
Guru di sekolah binaan saya kurang memahami cara mengimplementasikan kurikulum merdeka. Kurikulum sudah berubah, namun cara mengajar guru saya masih sama. Mereka mengajar masih menuntaskan konten, mengabaikan kompetensi, kemudian guru saya mengajar hanya menggunakan metode ceramah tidak menggunakan media juga pembelajaran tidak berpusat pada peserta didik. Sementara dalam kurikulum merdeka yang perlu diperhatikan guru saat mengajar berlangsung yaitu kompetensi peserta didik dan dalam prosesnya perlu ada enam dimensi profil pelajar pancasila.
Saya ingin guru di sekolah binaan saya dapat memahami cara mengimplementasikan kurikulum merdeka dengan memberdayakan komunitas sekolah. Di komunitas sekolah ini lah guru – guru bisa memecahkan masalah, tempat berkolaborasi dan berbagi menyampaikan gagasan atau ide terbaru tentang pendidikan, yang mana guru yang sudah duluan dapat gagasan atau ide terbaru tentang kurikulum merdeka bisa berbagi dan berkolaborasi bersama.
Sebagian besar guru di sekolah binaan saya belum terbiasa belajar secara mandiri, pada hal pemerintah sudah menyediakan Platform Merdeka Mengajar ( PMM ) Platform ini sebagai sistim yang dirancang agar guru – guru bisa memahami dan mengimplementasikan kurikulum merdeka. Di dalam Platform Merdeka Mengajar ini semua topik sudah tersedia, baik tentang kurikulum, Literasi Numerasi, transisi Paud ke SD, Asesmen Nasional dan lain lainnya. Kemudian PMM ini sudah dibiayai oleh pemerintah dengan dana Miliyaran rupiah agar guru bisa belajar mandiri, sesuai dengan tuntutan kurikulum opsi dua yaitu Mandiri Berubah, di sekolah binaan saya semua sekolah memilih opsi dua. Selain itu sebagian besar guru kurang mahir menggunakan IT umumnya yang sudah berumur di atas 50 tahun mereka kurang semangat untuk belajar disebabkan keinginannya kurang untuk belajar.
Untuk mewujudkan guru – guru yang memahami cara mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di sekolah binaan, saya melakukan beberapa aktivitas yaitu :
Pertama, secara keseluruhan melalui kelompok kerja guru (KKG) saya mensosialisasikan regulasi cara mengimplementasikan dan platform yang bisa digunakan guru untuk mempelajari tentang kurikulum merdeka secara mandiri, karena pemerintah sudah menyediakan platform merdeka mengajar (PMM) ini secara gratis yang sudah dibiayai oleh pemerintah, dan semua gagasan terbaru tentang kurikulum merdeka sudah tersedia dalam platform ini.
Kedua, saya menganjurkan semua sekolah binaan saya membuat komunitas praktisi, saya selaku pengawas ikut mendampinginya, di sinilah wadah tempat berkolaborasi dan berbagi dalam menemukan gagasan dan prinsip – prinsip merdeka, memecahkan masalah dan mencari solusinya, karena dalam prinsipnya guru merdeka itu yaitu guru yang siap berbagi dan berkolaborasi. Dalam komunitas ini juga bisa mendampingi guru yang masih gaptek, bisa dibimbing bersama bagi guru – guru yang sudah mahir dengan IT, kegiatan komunitas ini dilaksanakan saat siswa sudah pulang sedangkan guru – guru belum pulang, setelah ISOMA. Sekolah binaan saya yang sudah membuat komunitas praktisi dan sudah terdaftar di PMM yaitu SDN 09 NILAU, karena di SDN 09 Nilau ini ada satu guru penggerak yang bernama ELVADENI, S.Pd yang aktif dan kreatif dan selalu berbagi dengan teman sejawat. Begitu juga sekolah binaan saya yang lain SDN 05 Alang Rambah ada guru penggeraknya yaitu ibuk WIWIK MALADERIATA, M.Pd, sdn 07 Tanjung Pondok ibuk Yulia Fitri, S.Pd yang semuanya aktif dan kreatif dan siap berbagi dan berkolaborasi.
Ketiga, saya melakukan pendampingan ke sekolah binaan secara kontinu karena sekolah binaan saya umumnya masih meraba – raba tentang IKM, kegiatan pendampingan sudah saya lakukan menjelang memasuki tahun ajaran baru, karena banyak yang harus dipersipkan guru dalam menyambut tahun ajaran baru. Dalam pendampingan ke sekolah binaan saya mengajak guru penggerak, saya sebagai nara sumber 1 guru penggerak sebagai nara sumber 2, karena saya sebagai pengawas harus memberdayakan guru penggerak.
Dengan usaha yang saya lakukan, sekarang semua sekolah binaan saya sudah paham dalam penerapan IKM dan sudah sesuai dengan ketentuan tuntutan kurikulum merdeka, namun saya sebagai pengawas selalu melakukan refleksi, dari hasil refleksi saya didapat bahwa saya selaku pengawas harus selalu mendampingi sekolah binaan dengan kontiniu, karena untuk berubah itu tidak semudah membalik telapak tangan, kita juga tahu bahwa kompetensi pendidikitu berbeda – beda.
Praktik baik Sebelum Direvisi
Elaborasi Praktik Baik
MEMBERDAYAKAN KOMUNITAS SEKOLAH UNTUK MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA
Guru di sekolah binaan saya kurang memahami cara mengimplementasikan kurikulum merdeka. Kurikulum sudah berubah, namun cara mengajar guru saya masih sama. Mereka mengajar masih menuntaskan konten, mengabaikan kompetensi, kemudian guru saya mengajar hanya menggunakan metode ceramah tidak menggunakan media juga pembelajaran tidak berpusat pada peserta didik. Sementara dalam kurikulum merdeka yang perlu diperhatikan guru saat mengajar berlangsung yaitu kompetensi peserta didik dan dalam prosesnya perlu ada enam dimensi profil pelajar pancasila.
Saya ingin guru di sekolah binaan saya dapat memahami cara mengimplementasikan kurikulum merdeka dengan memberdayakan komunitas sekolah. Di komunitas sekolah ini lah guru – guru bisa memecahkan masalah, tempat berkolaborasi dan berbagi menyampaikan gagasan atau ide terbaru tentang pendidikan, yang mana guru yang sudah duluan dapat gagasan atau ide terbaru tentang kurikulum merdeka bisa berbagi dan berkolaborasi bersama.
Sebagian besar guru di sekolah binaan saya belum terbiasa belajar secara mandiri, pada hal pemerintah sudah menyediakan Platform Merdeka Mengajar ( PMM ) Platform ini sebagai sistim yang dirancang agar guru – guru bisa memahami dan mengimplementasikan kurikulum merdeka. Di dalam Platform Merdeka Mengajar ini semua topik sudah tersedia, baik tentang kurikulum, Literasi Numerasi, transisi Paud ke SD, Asesmen Nasional dan lain lainnya. Kemudian PMM ini sudah dibiayai oleh pemerintah dengan dana Miliyaran rupiah agar guru bisa belajar mandiri, sesuai dengan tuntutan kurikulum opsi dua yaitu Mandiri Berubah, di sekolah binaan saya semua sekolah memilih opsi dua. Selain itu sebagian besar guru kurang mahir menggunakan IT umumnya yang sudah berumur di atas 50 tahun mereka kurang semangat untuk belajar disebabkan keinginannya kurang untuk belajar.
Untuk mewujudkan guru – guru yang memahami cara mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di sekolah binaan, saya melakukan beberapa aktivitas yaitu :
Pertama, secara keseluruhan melalui kelompok kerja guru (KKG) saya mensosialisasikan regulasi cara mengimplementasikan dan platform yang bisa digunakan guru untuk mempelajari tentang kurikulum merdeka secara mandiri, karena pemerintah sudah menyediakan platform merdeka mengajar (PMM) ini secara gratis yang sudah dibiayai oleh pemerintah, dan semua gagasan terbaru tentang kurikulum merdeka sudah tersedia dalam platform ini.
Kedua, saya menganjurkan semua sekolah binaan saya membuat komunitas praktisi, saya selaku pengawas ikut mendampinginya, di sinilah wadah tempat berkolaborasi dan berbagi dalam menemukan gagasan dan prinsip – prinsip merdeka, memecahkan masalah dan mencari solusinya, karena dalam prinsipnya guru merdeka itu yaitu guru yang siap berbagi dan berkolaborasi. Dalam komunitas ini juga bisa mendampingi guru yang masih gaptek, bisa dibimbing bersama bagi guru – guru yang sudah mahir dengan IT, kegiatan komunitas ini dilaksanakan saat siswa sudah pulang sedangkan guru – guru belum pulang, setelah ISOMA. Sekolah binaan saya yang sudah membuat komunitas praktisi dan sudah terdaftar di PMM yaitu SDN 09 NILAU, karena di SDN 09 Nilau ini ada satu guru penggerak yang bernama ELVADENI, S.Pd yang aktif dan kreatif dan selalu berbagi dengan teman sejawat. Begitu juga sekolah binaan saya yang lain SDN 05 Alang Rambah ada guru penggeraknya yaitu ibuk WIWIK MALADERIATA, M.Pd, sdn 07 Tanjung Pondok ibuk Yulia Fitri, S.Pd yang semuanya aktif dan kreatif dan siap berbagi dan berkolaborasi.
Ketiga, saya melakukan pendampingan ke sekolah binaan secara kontinu karena sekolah binaan saya umumnya masih meraba – raba tentang IKM, kegiatan pendampingan sudah saya lakukan menjelang memasuki tahun ajaran baru, karena banyak yang harus dipersipkan guru dalam menyambut tahun ajaran baru. Dalam pendampingan ke sekolah binaan saya mengajak guru penggerak, saya sebagai nara sumber 1 guru penggerak sebagai nara sumber 2, karena saya sebagai pengawas harus memberdayakan guru penggerak.
Dengan usaha yang saya lakukan, sekarang semua sekolah binaan saya sudah paham dalam penerapan IKM dan sudah sesuai dengan ketentuan tuntutan kurikulum merdeka, namun saya sebagai pengawas selalu melakukan refleksi, dari hasil refleksi saya didapat bahwa saya selaku pengawas harus selalu mendampingi sekolah binaan dengan kontiniu, karena untuk berubah itu tidak semudah membalik telapak tangan, kita juga tahu bahwa kompetensi pendidikitu berbeda – beda.
Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.