Temu Pendidik Nusantara XIII

Select Language

KOPAS (Kolaborasi Pandai di Google Slides)

Praktik baik Sebelum Direvisi

[revisi_terbaru]

Elaborasi Praktik Baik

Praktik Baik Pembelajaran Bahasa Inggris Metode KoPaS

 (Kolaborasi Pandai di Google Slide)

Oleh : Radiah

UPT SPF SMPN 11 Makassar

 

Pada awal semester genap Tahun pelajaran 2022-2023. saya melihat beberapa murid cenderung tidak fokus dalam belajar bahasa Inggris, Mereka kurang termotivasi dalam pembelajaran. Beberapa di antara mereka sering menyontek pekerjaan tugas temannya. Mereka cenderung hanya menyalin tanpa harus berusaha untuk mengerjakan tugas secara mandiri. Benarkah mereka kurang kreatif dalam mengerjakan tugas padahal sebenarnya setiap murid itu memiliki bakat dan potensi masing-masing. sebagai pendidik kita hanya bisa menuntunnya sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman, Sehingga murid bisa mencapai kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Seperti filosofi Ki Hajar Dewantara yang mengatakan bahwa pendidik itu adalah Ing Ngarso Sung tulodo Ing Madya Mangun Karso Tut Wuri Handayani. di depan memberikan contoh/ teladan bagi murid kita, di tengah kita memberikan semangat, di belakang memberikan dorongan. Kita harus bisa bekerja secara bergotong-royong & berkolaborasi dengan semua warga sekolah untuk terwujudnya visi-misi sekolah serta tujuan pendidikan yang ingin kita Raih bersama yakni terwujudnya Profil Pelajar Pancasila. 

Murid cendrung kurang termotivasi dalam belajar bahasa inggris, mereka terkadang bosan dan jenuh. Kurang percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa inggris terkendala dengan tulisan dan pengucapan yang ada, menurut mereka tulisan dan pengucapannya berbeda terlebih lagi terbatasnya kosa kata yang mereka miliki. dalam mengerjakan tugas terkadang menyontek dan kurang kreatif. padahal setiap murid memiliki bakat dan minat yang berbeda-beda. mereka punya potensi masing-masing, tugas kita pendidik menuntun dan mengarahkan murid sesuai bakat dan minat yang mereka miliki, terlebih lagi kondisi sekolah juga mendukung untuk kreativitas murid. Terus tergerak, bergerak dan menggerakkan demi terwujudnya ekosistem sekolah yang well being.

Di awal pembelajaran saya memberikan pembukaan hangat kepada murid, supaya mereka lebih semangat dan siap untuk belajar, dengan memberikan yel-yel atau energizer sebagai penyemangat buat mereka. Mengawali dengan membaca doa dan Mengecek kehadiran sebagai kegiatan awal dalam pembelajaran. Kemudian di Kegiatan inti saya mengawalinya dengan teknik stop, sehingga mereka bisa lebih rileks dan fokus dalam menerima materi. Materi dengan tema teks prosedur dengan tujuan pembelajaran siswa mampu menyusun teks prosedur resep sederhana. Kesepakatan kelas pun diperlukan supaya pembelajaran lebih kondusif, kemudian membagi mereka dalam beberapa kelompok untuk bisa mengerjakan tugas sehingga tujuan pembelajaran tercapai, pada tema teks prosedur tentang resep menggunakan metode kopas yaitu berkolaborasi pandai dengan menggunakan Google slide. Di era digital sekarang ini sebagai Pendidik harus mampu mengintegrasikan pembelajaran dengan teknologi sehingga pembelajaran itu menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik. HP atau smartphone yang mereka bawa dapat dimaksimalkan dalam pembelajaran, berkolaborasi di dalam Google slide dan terbukti itu bisa memotivasi dan membuat murid lebih antusias dalam belajar, perlahan-lahan rasa bosan, jenuh pun terkikis secara sendirinya karena HP yang mereka gunakan dimanfaatkan secara positif.Ini adalah sebuah budaya yang perlu untuk dipertahankan dan juga menginspirasi buat rekan-rekan guru yang ada di SMP 11 Makassar untuk bisa memaksimalkan teknologi dan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran sehingga tercipta pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik, dalam Google slide untuk menyelesaikan tugas kelompoknya dengan tema teks prosedur resep makanan, mereka mencari gambar makanan tradisional khas Makassar seperti coto makassar, pallu basah dan lain sebagainya, gambar yang telah mereka browsing, mereka tempatkan di slide masing-masing sesuai namanya. Terbukti dengan pembelajaran metode CoPaS ini dengan memanfaatkan Google workspace for education sangat membantu murid dalam memudahkan mengerjakan tugas secara berkolaborasi, pendidik seyogianya menuntun bukan menekan membimbing bukan membandingkan, tugas kita selaku pendidik hanyalah menuntun mereka tumbuh kembang sesuai dengan kodrat dan potensi yang mereka miliki. 

  Pembelajaran yang diintegrasikan dengan TIK memberikan dampak yang luar biasa bagi peserta didik atau bagi murid karena mereka lebih antusias dalam belajar mereka lebih termotivasi dan tidak bosan serta jenuh dalam pembelajaran karena mendidik sesuai dengan kodrat zamannya. Hp atau smartphone yang mereka bawa ke sekolah dimanfaatkan dalam pembelajaran sehingga pembelajaran itu lebih menyenangkan dan bermakna bagi murid. Mengerjakan tugas pun lebih cepat karena mereka melakukannya secara bergotong-royong dan berkolaborasi di Google slide dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, mencari gambar makanan kemudian memberikan deskripsi tentang makanan khas tradisional sesuai dengan tema materi yang kami angkat pada saat itu yakni teks prosedur tentang resep makanan mereka dengan lebih mudah dan lebih cepat dalam mencari jawaban, search melalui internet kemudian dikerjakan di Google slide secara berkolaborasi sehingga pembelajaran bahasa Inggris terasa Happy dan fun bagi murid saya. Metode KoPas (kolaborasi pandai di Google Slide) benar-benar memberikan nuansa baru dalam pembelajaran dan merupakan sebuah inovasi yang patut diterapkan dalam pembelajaran sebagai sebuah media yang sangat membantu guru dalam memberikan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. 

Pembelajaran yang dilakukan dengan mengintegrasikannya TIK Memacu diri untuk bisa terus belajar dan berbagi sehingga menghadirkan sebuah pembelajaran kreatif dan inovatif, pembelajaran abad 21 yang mengedepankan 4C serta memberikan tuntunan kepada murid sesuai dengan kodrat zaman seperti yang dikatakan oleh tokoh pendidik kita Ki Hajar Dewantara Tuntunlah peserta didik sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya dan ini bisa terwujud dengan hasil kolaborasi semua warga sekolah; murid, guru, wali kelas, komite dan juga Kepala Sekolah yang selalu memberikan ruang dan dukungan sehingga bisa untuk terus bergerak, menggerakkan dan berdampak untuk kemajuan pendidikan yang jauh lebih baik demi terwujudnya Merdeka belajar. 

Diakhir pembelajaran meminta murid untuk menyampaikan pengalaman belajarnya dan berbagi pengalaman tersebut ke teman-temannya dan mengapresiasi murid yang berani untuk tampil di depan sebagai bentuk reward.

Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.