Learning Contextual Art

Good practice before revised

[Revision_teru]

Good practice elaboration

BELAJAR SENI KONTEKSTUAL

Mata pelajaran seni dan prakarya akan dianggap mudah bagi murid yang memiliki jiwa seni, interested in art and loves beauty and harmony. However, not all students have an interest in art, in the learning context of course many people don't like to draw, don't like singing and dancing for various reasons. Many students do not feel confident in expressing their ideas and imagination, so that students have difficulty being creative and feel that art lessons are boring lessons.

As a teacher, of course I want my students to be enthusiastic in learning, especially arts and crafts lessons, harapan saya dengan antusias akan memunculkan semangat untuk belajar seni, muncul keinginan untuk berkreasi dan senang mengapresiasi karya seni. Untuk itu yang utama menurut saya adalah menciptakan lingkungan belajar yang mengundang untuk belajar dengan cara menciptakan lingkungan belajar yang kontekstual dengan umur dan kehidupan murid. Upaya saya untuk menciptakan lingkungan yang mengundang untuk belajar yaitu memilih tema pembelajaran yang mempertimbangkan minat murid, one of them is learning about favorite animated films.

Pertama yang saya lakukan adalah memberikan tugas rumah kepada murid untuk menonton film animasi dan menentukan film apa yang menjadi favoritnya serta mengamati bagaimana karakter dari tiap tokoh animasi tersebut. Ketika pembelajaran dikelas saya menggali apa film animasi favorit murid dengan cara mengabsensi satu persatu sambil murid menyebutkan film animasi favoritnya. Dari hasil absensi tersebut saya membagi kelompok untuk mendiferensiasikan murid sesuai minatnya, kemudian saya bermain ice breaking tebak gambar dengan cara memberi sedikit gambar bagian dari tokoh animasi untuk ditebak, setelah terjawab saya menggali daya literasi murid untuk menceritakan cuplikan film apa yang masih diingat dan merefleksikan hal positif apa yang bisa diambil dari tiap tokoh animasi favorit murid.

Pada bagian inti pembelajaran saya memimpin diskusi dan memberikan pertanyaan pemantik agar murid turut serta dalam menentukan tujuan pembelajaran seperti “gambar tokoh kartun ini sepi ya kalau tidak ada warnanya, apa yang bisa kita lakukan agar gambarnya lebih menarik?” sehingga melalui pertanyaan tersebut disepakati tujuan pembelajaran yaitu gambar tokoh animasi tersebut perlu dihias dan diwarnai agar lebih menarik. Kemudian melatih murid untuk belajar numerasi yaitu dengan bertanya “apa saja langkah yang bisa kita lakukan agar tujuan pembelajaran kita menghias tokoh animasi ini bisa berhasil?” setelah terjawab langkah pertama hingga terakhir, murid berkolaborasi dengan anggota kelompoknya untuk menghias gambar tokoh animasi sebagai projek dalam materi menciptakan kombinasi warna dan garis dasar.

Sebagai kegiatan penutup, agar saya dan murid saling belajar merefleksikan diri yang saya lakukan lakukan adalah menempel hasil karya tiap kelompok dipapan tulis, kemudian bersama-sama melakukan asessmen dengan memberikan pertanyaan seperti “apakah gambar tiap kelompok sudah ada warnanya?apakah sudah ada kombinasi garis dasarnya?” pertanyaan tersebut tentunya mengacu pada indikator asessmen sehingga murid memahami telah mempelajari apa saja hari ini dan dapat merefleksikan hal apa yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran selanjutnya.

After carrying out this contextual learning, murid terlihat lebih bersemangat dan antusias dalam kelas untuk menyelesaikan challenge projek yang sudah ditentukan. Dari hasil pengamatan saya, semua kelompok mengumpulkan tugasnya tepat waktu artinya murid mengerjakan dengan sungguh-sungguh. Selain itu saya juga belajar banyak tentang animasi dari murid, secara tidak langsung saya juga antusias dalam menonton film animasi yang disebutkan murid-murid saya agar kedepan saya bisa mengembangkan pembelajaran yang lebih variatif dan kontekstual agar belajar terasa MENYENANGKAN.

If you experience problems scrolling, scroll outside of the area Live Chat which is black.