
Temu Pendidik Nusantara XII di Kota Makassar sukses terselenggara di Sekolah Islam Athirah pada Sabtu (21/06). Kegiatan yang diadakan oleh Guru Belajar Foundation dan Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Kota Makassar ini melibatkan ratusan pendidik sebagai pembicara, peserta, hingga pendamping murid di sesi Pameran Karya.
Selain Pameran Karya, peserta disuguhkan berbagai sesi belajar yakni Talkshow Pendidikan, Kelas Pendidik, Kelas Pemimpin, dan Cerdas Cermat Guru.
Sebanyak 18 pembicara dari berbagai latar belakang dan sekolah mengisi satu Kelas Pendidik dan Kelas Pemimpin. Mereka membagikan praktik baik dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini, baik level kelas, sekolah/madrasah, komunitas, maupun daerah.
Adelia Octoryta, panitia TPN XII di Kota Makassar, mengatakan, “kita tidak sedang mencari guru terbaik, tapi menyuarakan praktik baik. Karena yang kita perlukan hari ini bukan sekadar prestasi, tapi kolaborasi dan refleksi yang menular.”
“Kita ingin menunjukkan bahwa pembelajaran terbaik seringkali lahir dari guru untuk guru, dari sekolah untuk sekolah,” lanjutnya.
Sarwinah dan Muhammad Agus mengisi Kelas Pemimpin dengan praktik kepemimpinan yang menggugah. Sarwinah menjalankan inisiatif yang tidak sekadar menjaga kebersihan lingkungan sekolah, melainkan juga menanamkan kesadaran lingkungan di kalangan warga sekolah.
Sementara itu, Muhammad Agus, berbagi pengalaman dalam memimpin sekolah di wilayah pinggiran melalui topik “Sekolah Pinggiran, Mimpi Besar: Perjalanan Menuju Sekolah Bermakna”. Kisahnya menunjukkan bahwa keterbatasan geografis dan sumber daya bukanlah penghalang untuk membangun sekolah yang berdampak dan bermakna.
Lalu di Kelas Pendidik, tampil para pendidik dengan sejumlah praktik inspiratif, seperti membangun kepercayaan murid lewat asesmen transparan, cara menggali potensi murid, serta pembelajaran yang mendukung nalar kritis serta keberanian berpendapat.
Buri Prahastyo, Penggerak KGBN Kota Makassar menyebutkan, Kelas Pendidik dan Kelas Pemimpin sebagai ruang aman dan kolaboratif antar pendidik. “Kita ingin guru tumbuh bukan karena kompetisi, tapi karena kolaborasi, inspirasi, dan keberanian membagikan prosesnya,” jelasnya.
TPN XII di Kota Makassar telah membuka banyak ruang belajar dan menjadi katalis kolaborasi lintas komunitas. Dalam satu jam kelas, peserta menyerap pengalaman panjang yang lahir dari keberanian mencoba, jatuh bangun, hingga akhirnya menemukan praktik terbaik yang berdampak nyata.
“Di tengah kompleksitas tantangan pendidikan saat ini, Kelas Pendidik dan Kelas Pemimpin menjadi bukti bahwa perubahan pendidikan tidak harus menunggu. Ia bisa dimulai sekarang, dari ruang kelas, dan dari guru-guru yang berani berbagi,” tutup Buri.
Penulis: Buri Prahastyo / Komunitas Guru Belajar Nusantara Kota Makassar
Editor: Yosinta Maharani Here / Guru Belajar Foundation
