
Temu Pendidik Nusantara XII (TPN XII) di Mojokerto sukses terselenggara pada Sabtu (14/06) di SDI Asy Syarif Mojokerto. Ratusan pendidik dari berbagai jenjang dan latar belakang memadati tempat penyelenggaraan hingga acara usai di sore hari.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Guru Belajar Foundation dan Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Mojokerto ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian beserta pejabat pemerintahan dari Disdik Kab. dan Kota Mojokerto, Kementerian Agama Kab. Mojokerto, dan Dinas Lingkungan Hidup Kab. Mojokerto.
“Iklim pendidikan yang sehat dimulai dari guru yang terus belajar dan saling menguatkan. Melalui TPN XII, kita melihat semangat itu tumbuh di Mojokerto,” ujar Rizal Octavian menyoroti tema TPN XII “Iklim Pendidikan dan Pendidikan Iklim”.
“Pendidikan iklim bukan sekadar soal lingkungan, tapi juga membentuk generasi yang sadar akan keberlanjutan hidup. Guru punya peran penting dalam hal ini,” tambahnya.
TPN XII di Mojokerto menghadirkan empat rangkaian belajar yaitu empat Kelas Pendidik, tujuh Kelas Pemimpin, Talkshow Pendidikan, dan Pameran Karya Murid. Semua aktivitas dirancang untuk memberikan ruang bagi guru dan pemimpin sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif.
Belajar dari Sesama Pendidik, Bukan Pakar
Berbeda dengan pelatihan guru konvensional, di Kelas Pendidik dan Kelas Pemimpin, peserta memiliki otonomi untuk memilih kelas yang sesuai minat dan kebutuhannya. Selain itu, kelas ini memberikan ruang untuk guru belajar dari sesama guru, bukan dari pakar.
“TPN XII adalah panggung untuk para guru yang bergerak. Kita belajar dari sesama, bukan dari menara gading. Saya pun belajar banyak dari praktik rekan guru yang menghadirkan pembelajaran bermakna meskipun dengan sumber daya terbatas,” tutur Kasiadi, Koordinator TPN XII Mojokerto.
Kasiadi menerangkan, topik TPN XII juga membawa misi transformasi peran guru. Guru memiliki peran untuk memastikan murid tidak hanya tidak lulus dengan nilai tinggi, tapi tapi juga tumbuh sebagai individu kompeten yang siap menghadapi dunia.
“Dengan mendukung murid memiliki kompetensi menghadapi krisis iklim berarti kita membekali mereka dengan banyak kompetensi sehingga mereka siap menghadapi berbagai tantangan hidup,” katanya.
Antusiasme peserta tampak sejak pagi hingga sore hari. Suasana kelas ramai dengan diskusi aktif dan semangat kolaborasi. Banyak peserta yang datang sebagai individu, namun pulang sebagai bagian dari komunitas pembelajar.
“Saya akan sangat merekomendasikan guru lain untuk ikut TPN tahun depan, karena TPN bukan hanya pelatihan, tapi pergerakan guru untuk tumbuh bersama,” kata Nugroho, salah satu peserta.
TPN XII tak hanya berlangsung di Mojokerto, tetapi juga serentak di 44 daerah lain di seluruh Indonesia sepanjang Juni-Agustus. Terpilihnya KGBN Mojokerto sebagai penyelenggara berarti telah menunjukkan keberdayaannya memimpin perubahan di daerah.
Penulis: Rian Fauziah / Komunitas Guru Belajar Nusantara Mojokerto
Editor: Yosinta Maharani Here / Guru Belajar Foundation
