Komunitas Guru Belajar Nusantara Kabupaten Enrekang (KGBN Enrekang) melaksanakan pertemuan resmi dengan Kepala Dinas Dasar dan Menengah (Dikdasmen) setempat, Erik. Langkah penting untuk memperkenalkan gerakan KGBN Enrekang ini dilaksanakan usai upacara Hari Pendidikan Nasional, Jumat (2/5).

Dalam pertemuan ini, Arsiah, ketua KGBN Enrekang, menjelaskan, KGBN merupakan organisasi profesi independen yang memberikan wadah bagi guru-guru di Kab. Enrekang untuk belajar bersama, berkolaborasi, dan berbagi praktik baik. Melalui fasilitasi ini, Arsiah yakin KGBN Enrekang dapat mendukung transformasi pendidikan di kabupaten tersebut.

Arsiah juga menyampaikan program terdekat yakni Temu Pendidik Nusantara XII (TPN XII) di Kab. Enrekang yang akan digelar pada Juli mendatang di Gedung Halal Center. “Agar kegiatan ini dapat berdampak luas, maka perlu sinergi dengan pemerintah daerah,” tuturnya.

“Kehadiran Bapak tidak hanya akan memotivasi para peserta, tetapi juga memperkuat legitimasi dan gaung acara ini,” ujar Arsiah pada Erik.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, KGBN Enrekang terpilih sebagai penyelenggara TPN XII bersama 44 daerah lainnya di seluruh wilayah nusantara. Di TPN XII, guru akan saling berbagi solusi pendidikan melalaui serangkaian acaranya yakni Kelas Pendidik, Kelas Pemimpin, dan Talkshow Pendidikan.

Pada Kelas Pendidik, narasumber akan berbagi praktik baik untuk mengatasi permasalahan di kelas. Diantaranya, mengatasi murid yang tidak disiplin, merancang pembelajaran untuk murid yang beragam kompetensinya, dan lain sebagainya.

Lalu di Kelas Pemimpin, peserta akan mendapat inspirasi bagaimana menghadapi tantangan melakukan perubahan di ekosistem pendidikan. “Sedangkan di Talkshow Pendidikan, para narasumber akan membahas tema TPN XII yakni Iklim Pendidikan dan Pendidikan Iklim,” terang Arsiah.

Kepala Dikdasmen menyambut antusias rencana tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh TPN XII. “Saya siap hadir sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah. Saya juga bersedia menjadi motivator bagi guru-guru di Kabupaten Enrekang untuk turut belajar dan bergerak bersama dalam forum ini,” ujar Erik.

Dukungan konkret dari Dinas Pendidikan tak berhenti di situ. Dalam pertemuan lanjutan pada Senin, 5 Mei 2025, Arsiah hadir bersama Bendahara KGBN Enrekang, Hadijah, Ketua Panitia TPN XII di Kab. Enrekang, Risma Khalik, dan Pengurus, Yenny Herman. Pertemuan membahas dua langkah strategis: fasilitasi audiensi dengan Bupati dan Wakil Bupati Enrekang, serta distribusi surat resmi ke satuan pendidikan untuk mendorong partisipasi aktif dalam TPN XII.

“Panitia sudah menunjukkan keseriusan dan kerja nyata. Kami siap menjembatani komunikasi dengan pemerintah kabupaten demi kelancaran acara berskala nasional ini,” tegas Erik. Dia juga mengapresiasi upaya panitia dalam menyusun konsep acara, sasaran peserta, serta rangkaian kegiatan yang terstruktur dan inklusif.

Pertemuan ditutup dengan diskusi terbuka mengenai arah dan masa depan pendidikan di Kabupaten Enrekang. Kedua pihak berkomitmen untuk menjaga koordinasi intensif agar TPN XII dapat menjadi momentum perubahan yang nyata dan berkelanjutan.

Temu Pendidik Nusantara XII di Kab. Enrekang tidak sekadar agenda seremoni, melainkan ajang pembuktian bahwa sinergi antara guru, komunitas, dan pemerintah daerah mampu melahirkan ekosistem pendidikan yang hidup, kolaboratif, dan berorientasi pada perubahan nyata.


Penulis: Darmawati / Komunitas Guru Belajar Nusantara Kabupaten Enrekang
Editor: Yosinta Maharani Here / Guru Belajar Foundation

Jika Anda mengalami kendala dalam scrolling, scroll di luar dari area Live Chat yang berwarna hitam.