Sebagai seorang guru bahasa Inggris terutama di jenjang kelas 1 Sekolah dasar membuat saya harus bisa memmhami serta mengerti jalan dan cara berfikiran mereka. Karena kita sebagai seorang guru harus tahu dan mau menjadi seperti mereka untuk lebih meamahami mereka. Kita tahu bahawa domain mereka adalah bermain dengan peralihan masa TK menuju SD, menjadikan bermain adalah titik di dalam kehidupan mereka , Sehingga kitapun harus bisa dan tahu akan hal itu.
Assessmen diagnostik banyak di analogikan dengan memunculkan sebuah angka dan banyak yang ditafsirkan dengan pemberian dalam bentuk paper test yang ujung – ujungnya juga akan menghasilkan sebuah angka. Sehingga miskonsepsi inilah juga yang mendasarkan saya untuk berupaya membuat sebuah assesmen diagnostik tanpa menggunakan paper namun murid tidak merasakan kalau mereka sedang di berikan asessmen.
Salah satu cara yang digunakan oleh penulis adalah dengan menggunakan video brain break chase and run selain sabagai diagnostik hal ini bisa digunakan juga sebagai sebuah energizer dalam warm up ataupun wrap up informasi dan kondisi murid. Video yang digunakan juga bisa untuk bisa memberikan sebuah pembelajaran berdiferesisensi proses dengan berdasarkan learning styles. Namun penulis sendiripun tidak terlalu dengan learning styles karena masih sebuah hipotesa namun intinya mmurid baik yang kinestetik , visual auditory bisa terakomodir jal itu yang di inginkan sekolah dengan berdiferesisensi berdasarkan learning styles. NAmun dnegan metode ini semua menyatu dan tidak perlu dibedakan lagi karena sudah menyatu di dalam pembelajaran.
Guru memberikan sebuah video dengan banyak gerakan seakakn – akan mereka di dunia games / permaianan dengan permaianan yang banyak disukai mereka disini penulis mengunakan sonic. super mario serta spongebob.bisa dimodifikasi dengan karakter yang lain. jadi ada bebrapa level yang harus di lalui murid baik melompat bergerak ke kiri dan kanan atau bahkan menunduk. di tngah tengah bermain kita masukkan unsur pembelajaran kita penulis menggunakan materi ” School Things ‘ atau benda benda yang di gunakan di sekolah. ketika viseo pause guru menyebutkan satu benda danmembawa benda itu kemudian murid juga mengambil benda tersebut sesuai dengan yang guru miliki.
di sini akan tampat murid yang eamhami atau belum apada materi tersebut sebelum guru masuk kepada materi yangs ebenarnya akan di ajarkan sesuai dengan Tujuan pembelajarannya. Dari hasil pemebalajaran tersebut murid mulai terpompa motivasinya karen diajak bergerak dan bersenang – senang kemudian dengan diagnostiknya juga bisa memberikan gambaran guru tentang kondisi awal murid.