Media sosial yang sangat dekat dengan lingkup sosial kita pada umumnya, dan murid-murid pada khususnya, menjadi awalan bagi saya untuk berpikir pada hal yang sangat urgen untuk dilakukan. Sebagai guru, tak menampik kenyataan bahwa saya tidak bisa membatasi ruang gerak murid-murid di dunia digital. Apalagi bagi mereka yang sangat difasilitasi dengan baik oleh orangtuanya. Sehingga seringkali banyak hal yang guru di sekolah belum hantarkan, murid sudah lebih dulu mengetahui dan bahkan menguasai. Di SMPIT Ummu’l Quro Depok, murid-murid tidak diizinkan untuk membawa HP, namun mereka diwajibkan membawa laptop/tab yang hanya boleh digunakan pada setiap sesi pembelajaran. Tak jarang pula kami dapati mereka yang mencuri waktu untuk berseluncur di dunia maya dan melakukan hal-hal yang kurang baik dilakukan oleh pelajar Muslim seperti berjoget-joget, video call dengan lawan jenis, dan lain-lain. Saat itu terjadi, biasanya dilakukan penanganan langsung dengan sesi personal coaching. Pada intinya, banyak murid yang sangat berpotensi dalam berkreatifitas, namun masih perlu filter/saringan agar mereka paham yang seharusnya dilakukan dan yang tidak (do’s and dont’s), agar lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
Sebagian besar waktu murid saya berada di sekolah, mulai dari jam 06.45 hingga 15.30 dari Senin hingga Jum’at, ini menjadi tantangan bagi saya untuk membuat sekolah menjadi tempat ternyaman bagi mereka untuk bereksplorasi agar tidak muncul kebosanan, menjadi tantangan pula untuk bagaimana menghabiskan energi mereka di sekolah untuk hal-hal yang positif dan kekinian. Tantangan lain adalah akibat transisi masa pandemi yakni murid menjadi kurang percaya diri/krisis PD, insecure, takut dan malu untuk berbicara di depan umum, kurangnya motivasi saat berpenampilan di depan publik, hingga dampak bersikap dan berkomunikasi baik secara formal dengan publik. Padahal, kemampuan-kemampuan tersebut merupakan bekalan utama yang sangat dibutuhkan (termasuk dalam keterampilan abad 21) dalam kehidupan mereka di masa kini dan masa depan nantinya.
Berangkat dari pemanfaatan media sosial sekolah, kebetulan memang pada saat itu saya juga diamanahkan sebagai staff kehumasan sekolah yang mengelola media sosial dan sebagai jembatan informasi dan komunikasi di lingkup sekolah. Saya pun menjadikan hal ini sebagai jembatan dari aksi saya terhadap murid-murid berpotensi agar terbentuk sense of belonging terhadap sekolah mereka. Pertama, saya merumuskan program Tim Media Sekolah, sub tim dan susunan kinerja yang dibutuhkan, serta rancangan seleksi. Kemudian saya mensosialisasikan ke pihak manajemen sekolah. Alhamdulillah, manajemen sekolah sangat mendukung program yang saya gagas ini. Maka, saya lanjutkan dengan mensosialisasikan dan open recruitment melalui seleksi. Karena ini masih perdana, maka teknis seleksi pun tidak dipersulit, supaya banyak murid yang tertarik dan termotivasi untuk ikut. Setelah sesi seleksi “fit and proper test”, murid-murid terpilih saya berikan sosialisasi awal berupa target, tujuan, program, divisi, kinerja, dan lain-lain. Saya juga melibatkan mereka untuk menyusun dan merencanakan program. Saya juga memberikan tindakan langsung yang dapat mereka jadikan contoh seperti mewawancarai, meliput langsung kegiatan sekolah, menyusun data ke bank data melalui google drive, mengevaluasi kinerja, siaran radio mini, menseleksi atensi lagu, dan lain-lain. Beberapa aksi yang sudah saya dan murid lakukan dapat diakses di media sosial sekolah: bit.ly/MediaSosialSMPITUmmulQuroDepok
Dalam perjalanan selama kurang lebih satu tahun, mereka sudah mampu secara mandiri bertugas saat-saat dibutuhkan. Pelajaran-pelajaran yang mereka dapat yakni kemampuan mengolah data, mewawancarai, meliput langsung, hingga menjadi sumber informasi dan komunikasi sekolah. Murid mendapatkan banyak manfaat dan pengalaman yang membuat mereka lebih percaya diri dari sebelumnya. Lebih memahami dan mampu mengimplementasikan dan menjadikan awalan karier mereka sejak dini. Bahkan hingga mampu mengevaluasi kinerja dan memperbaikinya secara mandiri dalam kerja dan koordinasi serta kolaborasi tim.