BELAJAR ASYIK DENGAN PRAKTIKUM KIMIA
Kimia adalah mata pelajaran yang diajarkan berdiri sendiri mulai jenjang SMA/SMK/MA. Dalam materi Kimia ada beberapa materi yang bersifat abstrak yang susah dipahami oleh murid. Pelaksanaan metode pembelajaran dengan ceramah, tanya jawab, latihan soal dan diskusi membuat murid susah untuk memahami materi yang abstrak tersebut dan cenderung tidak tertarik, bosan bahkan jenuh dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas.
Sebagai guru saya ingin murid saya selalu termotivasi dalam pembelajaran dan dapat memahami materi kimia dengan baik. Saya berusaha untuk melaksanakan model pembelajaran yang dapat menciptakan lingkungan belajar yang menarik, menantang, dan bermakna, di mana dalam prosesnya murid akan merasa senang hati dan menikmati setiap momen pembelajarannya.
Untuk mewujudkan hal tersebut saya berusaha melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi menggunakan model discoverly learning dengan metode praktikum. Pada setiap materi kimia untuk menemukan atau menguatkan konsep yang dipelajari, saya berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan metode praktikum di Laboratorium Kimia. Pelaksanaan pembelajaran kimia menggunakan metode praktikum saya harapkan mampu membuat murid terlibat aktif dalam proses belajarnya sendiri, menumbuhkan kreatifitas, kemampuan bernalar kritis dan kolaborasi.
Pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi menggunakan model discoverly learning dengan metode praktikum membutuhkan waktu dan energi lebih dalam persiapan, al; 1) persiapan desain perangkat pembelajaran; 2) persiapan alat dan bahan praktikum kimia berkolaborasi dengan rekan sejawat mapel kimia yang lain karena SMA Negeri 1 Madiun tidak mempunyai tenaga laboran yang bertugas untuk menyiapkan alat dan bahan praktikum kimia; 3) memberi informasi kepada murid terkait jadwal dan hal-hal yng perlu disiapkan murid untuk melaksanakan praktikum.
Sebelum mulai pembelajaran kimia menggunakan metode praktikum, 2 atau 3 hari sebelumnya saya menyampaikan kepada murid saya pembagian kelompok kerja, bahan praktikum yang harus mandiri dibawa kelompok kerja, bahan ajar yang dapat dipelajari sebelum pembelajaran baik berupa materi pdf, link youtube dan link web artikel terkait materi yang akan dipelajari. Saya juga memberi tugas siswa untuk mendesai praktikum yang akan dilakukan jika praktikum tersebut membutuhkan alat dan bahan umum.
Saat pembelajaran menggunakan metode praktikum kimia langka-langkah yang saya lakukan al; 1) membentuk kelompok kerja dengan kemampuan akademis yang heterogen; 2) mengingatkan kembali kesepakatan kerja di laboratorium kimia dan pentingya pembagian tugas per kelompok; 3) pembimbingan dan pendampingan dalam pelaksanaan praktikum; 4) memantau pekerjaan per kelompok dan melaksanakan penilaian kinerja; 5) membimbing diskusi kelompok dalam memahami konsep kimia melalui praktikum; 6) memberi kesempatan tiap kelompok untuk memamparkan hasil pengamatan dan kerja kelompoknya; 7) membimbing murid mengambil kesimpulan kesimpulan hasil percobaan; 8) memberi umpan balik pembelajaran yang telah dilaksanakan; 9) meminta murid mengisi google form tentang refleksi pembelajaran sebagai bahan evalusi bagi saya; 10) memberi kebebasan murid dalam memilih bentuk Laporan Praktikum, antara lai; makalah, PPt/Canva, video, infografis maupun poster.
Pembelajaran menggunakan metode praktikum sangat disukai murid karena membuat mereka aktif dalam pembelajaran, menumbuhkan ketelitian, kecermatan dan kerja sama dalam praktikum, mempelajari dan menemukan hal-hal baru dalam kerja di laboratorium dan yang paling menyenangkan menurut murid adalah asyik, tidak menoton dan tidak membuat ngantuk sert jenuh. Pembelajaran di laboratorium juga menumbuhkan kemampuan murid untuk menganalisis data yang mereka peroleh, mengambil hubungan antar data dan mengambil kesimpulan serta menguatkan konsep materi yang sudah dipelajari.
Bagi saya guru harus mendengar suara dan masukan murid serta memperhatikan kebutuhan belajarnya. Ketika ada pertanyaan dari murid saya bolehkah video laporan praktikum diuploud di youtube, maka itu adalah suara dan kebutuhan mereka yang harus saya dengar. Termasuk ketika banyak murid yang mengatakan bahwa mereka lebih senang pemeblajaran kimia saat praktikum kimia di Laboratorium dibandingkan pembelajaran kimia di kelas. Bahkan salah satu komentar yang sangat berkesan dari seorang murid adalah dia ingin kuliah yang berbau kimia dengan banyak melakukan praktikum di laboratorium untuk menemukan hal-hal baru yang bermanfaar dan bernilai jual tinggi karena kimia selalu ada dalam setiap sisi kehidupan.
Masukan dari murid dan hasil refleksi diri saya sendiri, ada hal-hal yang perlu saya kembangkan berdasarkan pengalaman saya saat melakukan pembelajaran menggunakan metode praktikum, al; 1) perlu memberi kesempatan dan tanggung jawab lebih kepada siswa yang sangat antusias dengan praktikum untuk menjadi asisten praktikum; 2) melaksanakan praktikum di luar jam KBM sehingga dari siswa waktu lebih optimal; 3) mendesain pilihan bentuk laporan praktikum yang berbeda tiap materi pokok dengan point-point yang harus ada; 4) mengoptimalkan penilaian teman sejawat saat kerja kelompok; 5) mengembangkan petunjuk praktikum yang mewadahi alat dan bahan sederhana yang bisa dipersiapkan sendiri oleh murid.
Metode praktikum dalam pembelajaran kimia ternyata juga mampu meningkatkan kreatifitas dan kolaborasi antar murid, hal tersebut sangat terlihat dalam video laporan praktikum yang mereka unggah di youtube. Di era digital ini memang sebagai guru kita harus memfasilitasi pembelajaran untuk mengembangkang kemampuan digital murid kita sesuai kebutuhan jaman.